Bulan lalu Anda minta proposal ke tiga agency. Yang datang tiga dokumen dengan harga yang bedanya jauh, istilah yang mirip-mirip, dan janji yang hampir sama: leads naik, penjualan naik, brand makin dikenal.
Lalu bagaimana memilihnya? Kebanyakan pemilik bisnis akhirnya memutuskan berdasarkan dua hal: harga, dan siapa yang presentasinya paling meyakinkan. Dua-duanya bukan indikator yang bagus.
Artikel ini kami tulis dari sisi agency, jadi tentu ada bias. Tapi justru karena kami tahu apa yang terjadi di balik layar, kami bisa kasih tahu apa yang sebaiknya Anda cek, apa yang sebaiknya Anda curigai, dan pertanyaan apa yang bisa membuka “isi dapur” agency mana pun dalam satu kali meeting. Apalagi dengan tren digital marketing 2026 yang bergerak cepat, salah pilih partner bisa membuang waktu berbulan-bulan.
Sebelum Mencari Agency, Jawab Dulu 3 Pertanyaan Ini
Agency yang bagus akan menanyakan ini ke Anda. Tapi lebih baik Anda sudah punya jawabannya duluan, supaya bisa menilai proposal dengan kepala dingin.
1. Apa target bisnisnya, dalam angka? “Mau lebih dikenal” itu bukan target. “Mau tambah 30 booking per bulan” atau “mau 15 calon pembeli serius per bulan untuk unit villa” itu target. Dari angka ini, agency bisa menghitung mundur berapa leads yang dibutuhkan dan berapa budget yang masuk akal.
2. Apa yang sudah pernah dicoba, dan hasilnya apa? Pernah boost post sendiri? Pernah pakai agency lain? Catat apa yang jalan dan apa yang tidak. Informasi ini menghemat waktu tes di bulan pertama.
3. Siapa yang akan menangani leads setelah masuk? Ini pertanyaan yang paling sering terlewat. Agency bisa mendatangkan chat WhatsApp, tapi kalau chat itu baru dibalas besok sore, banyak yang sudah pindah ke kompetitor.
Kalau Anda belum tahu berapa budget iklan yang realistis, panduan kami soal cara menentukan budget iklan bisa jadi titik awal.
7 Hal yang Perlu Dicek Saat Memilih Agency
1. Mereka bertanya soal bisnis Anda sebelum menawarkan paket Agency yang serius akan menanyakan margin, harga rata-rata per transaksi, siapa pelanggan terbaik Anda, dan musim ramai-sepi bisnis. Kalau di meeting pertama yang dibahas langsung paket A, B, C, itu tanda mereka menjual layanan yang sama ke semua klien.
2. Mereka bisa menjelaskan alurnya dari iklan sampai closing Iklan hanya satu bagian. Ada penawaran (offer), materi kreatif, halaman tujuan, proses follow-up, sampai closing. Minta mereka menjelaskan di titik mana biasanya calon pelanggan “hilang” untuk bisnis seperti Anda. Jawaban yang konkret menunjukkan mereka berpikir sebagai sistem, bukan sekadar pemasang iklan.
3. Yang dilaporkan adalah angka bisnis, bukan angka kosmetik Reach, impression, dan likes itu boleh ada di laporan, tapi bukan inti. Yang penting: berapa leads masuk, berapa biaya per lead, berapa yang jadi pelanggan. Tanyakan contoh laporan bulanan mereka (dengan data klien disamarkan). Kalau isinya cuma grafik naik tanpa penjelasan, Anda akan kesulitan menilai kerja mereka nanti.
4. Akun iklan atas nama Anda Akun Google Ads, Meta Business Manager, Pixel, dan Google Analytics sebaiknya dibuat atas nama bisnis Anda, lalu agency diberi akses. Kenapa? Karena data histori iklan itu aset. Kalau suatu hari Anda pindah agency, data itu tetap milik Anda dan tidak perlu mulai dari nol.
5. Ada bukti kerja di industri yang mirip Pengalaman di bisnis klinik berbeda dengan pengalaman di bisnis villa atau restoran. Minta contoh klien di industri yang dekat dengan Anda, dan lihat kisah sukses klien yang mereka tampilkan. Lebih bagus lagi kalau Anda bisa ngobrol langsung dengan salah satu klien mereka.
6. Jelas siapa yang mengerjakan akun Anda Di beberapa agency, yang presentasi adalah senior, yang mengerjakan adalah tim junior atau pihak ketiga. Itu tidak selalu buruk, asalkan Anda tahu. Tanyakan siapa yang pegang iklan, siapa yang bikin konten, dan siapa yang bisa Anda hubungi kalau ada masalah.
7. Scope dan kontraknya tertulis jelas Apa saja yang termasuk? Berapa materi kreatif per bulan? Budget iklan dibayar terpisah atau sudah termasuk? Berapa lama kontrak minimum, dan bagaimana kalau mau berhenti? Hal-hal ini sebaiknya tertulis sejak awal, bukan dibahas saat sudah ada masalah.
Red Flag yang Sebaiknya Bikin Anda Mundur
- Menjamin angka pasti. “Dijamin 100 leads per bulan” terdengar menarik, tapi tidak ada yang bisa menjamin itu sebelum melihat data. Hasil iklan dipengaruhi penawaran, kompetitor, musim, dan banyak faktor lain.
- Tidak mau memberi akses akun. Kalau Anda tidak bisa melihat sendiri dashboard iklan Anda, Anda tidak bisa memverifikasi apa pun.
- Laporan berupa screenshot tanpa konteks. Angka tanpa perbandingan (bulan lalu, target, biaya) tidak bisa dipakai untuk mengambil keputusan.
- Semua klien diberi strategi yang sama. Restoran di Canggu dan kontraktor di Denpasar butuh pendekatan yang sangat berbeda.
- Harga jauh di bawah pasar tanpa penjelasan. Murah itu tidak salah. Tapi tanyakan apa yang tidak dikerjakan sehingga bisa semurah itu.
Agency Lokal Bali atau Agency dari Luar?
Dua-duanya bisa bagus. Pertimbangannya lebih ke konteks.
Agency yang paham Bali biasanya lebih cepat menangkap hal-hal spesifik: perbedaan perilaku turis asing dan pembeli lokal, musim ramai yang mengikuti libur Australia dan Eropa, sampai cara orang di sini lebih suka langsung chat WhatsApp daripada isi formulir. Bertemu langsung juga lebih mudah kalau ada masalah.
Di sisi lain, agency dari Jakarta atau luar negeri kadang punya skala tim yang lebih besar. Yang perlu Anda pastikan: apakah mereka benar-benar paham pasar Bali, atau memakai template kampanye dari kota lain.
Apa pun pilihannya, pastikan mereka menguasai channel yang relevan untuk bisnis Anda, misalnya Google Ads untuk orang yang sedang aktif mencari, atau Meta Ads untuk produk yang dijual lewat visual.
Kapan Anda Sebenarnya Belum Butuh Agency
Ini bagian yang jarang ditulis agency. Ada kondisi di mana uang Anda lebih baik dipakai untuk hal lain dulu:
- Penawarannya belum jelas. Kalau Anda sendiri belum bisa menjelaskan kenapa orang harus beli dari Anda dan bukan dari sebelah, iklan hanya akan mempercepat orang tahu bahwa penawaran Anda biasa saja.
- Belum ada yang siap membalas chat. Leads yang tidak direspons cepat adalah budget yang terbuang.
- Belum punya halaman tujuan yang layak. Minimal sebuah landing page yang cepat dan jelas, atau profil Google Bisnis dan Instagram yang terawat.
- Budget sangat terbatas dan bisnis baru mulai. Kadang lebih efektif belajar dasar-dasarnya sendiri dulu selama satu atau dua bulan.
8 Pertanyaan untuk Meeting Pertama
Simpan daftar ini dan pakai saat bertemu agency mana pun:
- Untuk bisnis seperti saya, channel mana yang Anda sarankan dan kenapa?
- Dari mana Anda menentukan angka budget iklan yang direkomendasikan?
- Apa yang akan Anda kerjakan di 30 hari pertama?
- Bagaimana cara Anda melacak leads dari iklan sampai jadi pelanggan?
- Siapa saja yang akan mengerjakan akun saya?
- Laporannya seperti apa, dan seberapa sering?
- Kalau hasilnya tidak sesuai di bulan kedua, apa yang biasanya Anda lakukan?
- Akun iklan dan datanya atas nama siapa?
Agency yang bagus akan senang menjawab semua ini. Kalau ada yang menghindar, itu sudah jawaban.
Cara Kami Bekerja di Sentris
Kami sendiri berusaha memenuhi standar di atas. Di sesi pertama, kami tidak langsung menawarkan paket. Kami menghitung dulu dari target revenue Anda: berapa pelanggan yang dibutuhkan, berapa leads yang harus masuk, lalu berapa budget yang masuk akal. Setelah itu kami melihat keseluruhan funnel, dari penawaran, materi iklan, halaman tujuan, sampai cara tim Anda membalas chat.
Layanan kami dibagi dalam tiga tingkat paket, dari yang fokus ke satu channel sampai pengelolaan digital marketing menyeluruh. Mana yang cocok tergantung kondisi bisnis Anda, dan itu yang kami bahas di konsultasi. Kalau ingin kenal lebih dekat, Anda bisa baca tentang tim Sentris.
Sedang membandingkan beberapa agency? Bawa pertanyaan-pertanyaan di atas ke kami juga.