Bayangkan seseorang masuk ke toko Anda, melihat-lihat beberapa menit, mengambil brosur, lalu pergi. Di toko fisik, Anda mungkin sempat menyapa dan menawarkan bantuan. Di website, orang itu hilang begitu saja tanpa jejak.
Sebagian besar pengunjung website memang tidak langsung membeli atau menghubungi di kunjungan pertama. Mereka masih membandingkan, menunggu gajian, berdiskusi dengan pasangan, atau sekadar terdistraksi notifikasi lain.
Retargeting ads dibuat untuk situasi ini. Bukan untuk mencari orang baru, tapi untuk menyapa lagi orang yang sudah pernah tertarik.
Apa Itu Retargeting Ads?
Retargeting ads adalah iklan yang ditampilkan khusus ke orang yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan bisnis Anda. Interaksinya bisa macam-macam: mengunjungi website, menonton video, berinteraksi dengan akun Instagram, atau mengisi formulir tapi tidak menyelesaikannya.
Di Google, istilah yang dipakai biasanya remarketing. Prinsipnya sama.
Bedanya dengan iklan biasa: iklan biasa berbicara ke orang asing, retargeting berbicara ke orang yang sudah kenal. Karena itu pesannya juga harus berbeda.
Kenapa Pengunjung Tidak Langsung Beli
Sebelum memasang retargeting, pahami dulu alasan orang pergi. Retargeting yang efektif menjawab alasan tersebut.
- Belum yakin. Butuh bukti, testimoni, atau penjelasan lebih lanjut.
- Masih membandingkan. Sedang mengecek dua atau tiga pilihan lain.
- Waktunya belum tepat. Butuhnya bulan depan, bukan sekarang.
- Ada hambatan. Harga belum jelas, cara pesan membingungkan, atau website yang meyakinkan belum ada.
Kalau hambatannya ada di website atau proses pemesanan, retargeting hanya akan membawa orang kembali ke masalah yang sama.
Cara Kerjanya Secara Sederhana
- Anda memasang kode pelacak di website, yaitu Meta Pixel untuk Facebook dan Instagram, dan tag Google untuk Google Ads.
- Kode itu mencatat siapa yang berkunjung dan halaman apa yang dilihat.
- Dari data tersebut, Anda membuat daftar audiens, misalnya “pengunjung halaman harga dalam 30 hari terakhir”.
- Iklan khusus ditampilkan hanya ke daftar audiens itu.
Satu syarat penting: pemasangan pelacak harus mengikuti aturan privasi yang berlaku, termasuk pemberitahuan penggunaan cookie di website. Ini juga yang membuat data retargeting sekarang tidak selengkap beberapa tahun lalu, jadi jangan berharap setiap pengunjung bisa dijangkau.
Retargeting di Meta (Facebook dan Instagram)
Di Meta, audiens retargeting disebut Custom Audience. Sumbernya bisa:
- Pengunjung website (lewat Pixel)
- Orang yang menonton video Anda sampai persentase tertentu
- Orang yang berinteraksi dengan akun Instagram atau halaman Facebook
- Orang yang membuka formulir instan tapi tidak mengirimkannya
- Daftar kontak pelanggan yang Anda unggah, sesuai kebijakan Meta
Kelebihan Meta ada di format visual. Video testimoni, carousel before-after, atau penjelasan singkat dari pemilik bisnis cocok untuk orang yang butuh keyakinan tambahan. Retargeting juga jadi bagian rutin dari strategi Jasa Social Media Ads kami, karena biasanya audiens hangat merespons lebih baik dari audiens dingin.
Remarketing di Google
Di Google, remarketing bisa muncul di beberapa tempat:
- Display Network: banner di website lain dan aplikasi.
- YouTube: iklan video ke orang yang pernah mengunjungi website Anda.
- Search: menyesuaikan tawaran bid saat pengunjung lama mencari kata kunci terkait. Ini sering efektif karena orangnya sudah kenal dan sedang aktif mencari.
Remarketing di Google cocok dikombinasikan dengan kampanye pencarian. Kalau Anda sudah menjalankan Jasa Google Ads untuk menangkap pencarian, remarketing membantu menangkap orang yang klik tapi belum menghubungi.
Segmentasi: Jangan Perlakukan Semua Pengunjung Sama
Orang yang membuka halaman blog sekali berbeda dengan orang yang tiga kali melihat halaman harga. Retargeting yang baik membedakan keduanya.
| Segmen | Tingkat Minat | Pesan yang Cocok |
|---|---|---|
| Baca artikel blog | Rendah | Konten edukasi lanjutan, studi kasus |
| Lihat halaman layanan | Sedang | Keunggulan, testimoni, jawaban keberatan umum |
| Lihat halaman harga atau kontak | Tinggi | Ajakan konsultasi, bonus terbatas, kemudahan booking |
| Mulai isi formulir tapi batal | Sangat tinggi | Pengingat langsung, tawarkan bantuan via WhatsApp |
Atur juga durasi audiens. Restoran mungkin cukup 7 sampai 14 hari karena keputusan cepat. Properti atau jasa konstruksi bisa 60 sampai 180 hari karena keputusan lama.
Untuk Bisnis dengan Nilai Transaksi Tinggi
Retargeting paling terasa manfaatnya di bisnis dengan siklus keputusan panjang: properti, klinik estetika, pendidikan, jasa B2B.
Saat menangani Jana Kayana, developer properti yang menyasar pembeli asing, strategi yang kami bangun mencakup landing page dan kampanye lintas negara. Untuk bisnis seperti ini, calon pembeli hampir pasti tidak memutuskan di kunjungan pertama. Tugas retargeting adalah menjaga mereka tetap ingat, sambil menambah alasan untuk percaya.
Kesalahan yang Sering Membuang Budget
1. Frekuensi berlebihan. Iklan yang sama muncul belasan kali dalam seminggu terasa seperti dikejar. Batasi frekuensi dan rotasi materi iklan.
2. Iklan yang sama dengan iklan awal. Orang sudah melihat iklan pertama Anda. Tunjukkan sesuatu yang baru: bukti, jawaban keberatan, atau penawaran.
3. Tidak mengecualikan yang sudah membeli. Menampilkan iklan promo ke pelanggan yang baru saja membayar harga penuh bisa memancing komplain.
4. Pixel tidak terpasang dengan benar. Data audiens jadi bolong atau salah. Cek pemasangan dengan Meta Pixel Helper dan Google Tag Assistant.
5. Halaman tujuan tidak siap. Retargeting membawa orang kembali. Kalau halaman tujuan lambat atau membingungkan, mereka pergi lagi. Kadang yang perlu diperbaiki dulu adalah websitenya, dan untuk itu Anda bisa mempertimbangkan Jasa Website Development.
6. Traffic terlalu kecil. Retargeting butuh orang untuk di-retarget. Kalau pengunjung website masih sangat sedikit, fokus dulu menambah traffic berkualitas.
Cara Mulai dengan Budget Kecil
- Pasang Pixel dan tag Google sekarang, meskipun belum mau beriklan. Data mulai terkumpul sejak hari pertama.
- Mulai dari satu segmen paling hangat, misalnya pengunjung halaman layanan atau kontak dalam 30 hari terakhir.
- Siapkan dua atau tiga materi iklan yang menjawab keberatan paling umum.
- Evaluasi setelah dua sampai empat minggu: berapa chat atau leads yang datang dari segmen ini.
Penutup
Pengunjung yang pergi tanpa menghubungi belum tentu hilang. Mereka hanya belum siap. Retargeting memberi Anda kesempatan kedua untuk menjawab keraguan mereka, dengan biaya yang biasanya lebih efisien dibanding terus mencari orang baru.
Retargeting sudah termasuk dalam paket Growth Digital Marketing kami, yang menggabungkan pengelolaan iklan Google dan Meta dengan objective konversi. Kalau Anda ingin tahu apakah funnel bisnis Anda sudah siap untuk retargeting, ngobrol dulu dengan tim kami.